This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

Telusur Gua Pindul di Atas Ban

Salah satu gua yang cukup populer di Yogyakarta adalah Gua Pindul, yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kab Gunungkidul. Di Pindul, pengunjung dapat menelusuri gua di atas ban karet — atau sering disebut “tubing”. 

Berbeda dengan kebanyakan gua di Indonesia yang merupakan “gua kering” (yang dapat dimasuki wisatawan dengan sangat mudah), Gua Pindul ini termasuk “gua basah”, dengan sungai mengalir dari bagian depan hingga mulut gua di bagian belakang. 
Bersiap masuk ke gua dengan ban karet. (Olenka Priyadarsani)
Panjang gua sendiri berkisar sekitar 300 meter dengan aliran sungai yang sangat tenang. 

Pengunjung yang datang dan ingin melakukan telusur gua harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp 30 ribu per orang. Biaya ini sudah termasuk ban karet, jaket pelampung (yang tahan beban 100 kg), dan pemandu. Barang-barang bawaan Anda dapat dititipkan di bagian keamanan, namun kamera harus tetap dibawa!

Setelah mendaftar, Anda dipersilakan membawa ban karet menuju mulut gua, sekitar 200 meter dari bagian pendaftaran. Di sana, pemandu akan mengajak berdoa terlebih dahulu dan menjelaskan tata tertib. Salah satunya adalah, Anda dilarang membuang benda apa pun sembarangan karena pihak pengelola berusaha untuk menjaga kondisi gua dan sekitarnya. 

Gua Pindul terdiri dari tiga bagian; bagian terang, remang-remang, dan bagian gelap. Para pemandu membawa senter sambil menjelaskan tentang kondisi gua. Stalaktit dan stalakmit mendominasi interior Gua Pindul. Di beberapa tempat terdapat pilar gua, yaitu stalaktit dan stalakmit yang sudah bertemu dan menjadi seperti sebuah tiang. 

Di salah satu lokasi terdapat sebuat tempat yang datar, kabarnya dahulu merupakan tempat pertapaan. Di gua ini terdapat tiga satwa yang dilindungi, yaitu burung seriti, burung walet, dan kelelawar. Menurut pemandu, gua tersebut memang dibiarkan gelap tanpa penerangan untuk melindungi kelelawar yang hidup di dalamnya.

Ada bagian gua yang menyempit hingga hanya cukup untuk satu ban karet. Pengunjung harus bergantian memasuki lorong ini. Pemandu akan membantu menarik ban-ban karet tersebut.  

Menjelang ujung gua, terdapat sebuah lokasi yang dapat digunakan untuk melompat. Benar kata si pemandu, sekali melompat Anda pasti ketagihan! Beberapa pengunjung sampai melompat 2 hingga 3 kali. 

Sampai di bagian luar gua, petualangan belum selesai. Pengunjung diharuskan naik dari pinggir sungai ke atas menggunakan tali. Pengelola memang sengaja tidak membuat tangga untuk membuat acara telusur gua menjadi lebih seru. Keseluruhan jelajah gua membutuhkan waktu 45 menit hingga 1 jam. 
Pengunjung diharuskan naik dari pinggir sungai ke atas menggunakan tali. (Olenka Priyadarsani)
Wisata di Gua Pindul sangat cocok bagi Anda yang gemar berpetualang, atau ingin berwisata bersama keluarga. Gua ini masih alami, pemandangan sekitarnya pun indah, sangat cocok untuk menghabiskan akhir pekan.

Bila Anda berkesempatan berkunjung ke Pindul, jangan lewatkan juga kunjungan ke Gua Gelatik dan Monumen Jenderal Soedirman yang berada sangat dekat dari situ. Kalau ketagihan menyusuri aliran air dengan ban karet, silakan coba juga paket susur gua dengan ban karet di Sungai Oya tidak jauh dari situ. Waktu penyusuran di sini sekitar 1,5 jam.

sumber: yahoo.co.id

Selasa, 17 Juli 2012

Lampung Punya Lokasi Surfing Incaran Turis Asing


Seorang peselancar asing beraksi menaklukkan kegenasan ombak di Pantai Karang Nimbor desa Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (24/4/2010) . Keganasan ombak dan keasrian alam Tanjung Setia menjadi surga bagi peselancar mancanegara.

JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa tak kenal Taman Nasional Way Kambas dan gajah Lampung yang tenar itu? Hanya saja, Lampung lebih dari sekedar Way Kambas dan gajahnya.

“Lampung selama ini dikenal Way Kambas saja. Bahkan Gunung (Anak) Krakatau saja lebih dianggap sebagai Banten. Sesungguhnya kita punya Tanjung Setia yang sedang berkembang. Itu tempat surfing dan sedang berkembang,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung, Gatot Hudi Utomo, dalam jumpa pers mengenai Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) 2012, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Ia menambahkan bahwa Tanjung Setia didatangi turis mancanegara hingga mencapai 10 ribu per tahun. Selain itu, Lampung setiap tahunnya menggelar acara tahunan. Sayangnya, lanjut Gatot, Lampung kurang terekspos.
Oleh karena itu, ia berharap ajang TIME atau pameran Pasar Wisata Indonesia, dapat membuat Lampung semakin terekspos ke dunia, baik ke wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara. Sama seperti tahun lalu, Lampung menjadi tuan rumah TIME.

Gatot juga mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah wisman yang datang ke Lampung. Di tahun 2010, kunjungan wisman mencapai 30 ribu. Sementara di tahun 2011 wisman sebesar 35 ribu. “Target kunjungan wisatawan di tahun 2012 sebesar 2 juta,” tuturnya.

Wisman yang berkunjung ke Lampung, menurut Gatot, didominasi oleh turis asal Australia. Sebagian besar turis Australia menyasar Tanjung Setia sebagai destinasi wisata.

TIME 2012 akan berlangsung di Graha Wangsa Bandar Lampung pada 9-12 Oktober 2012. Pameran tersebut menjadi ajang bagi para pelaku usaha pariwisata dan industri pendukungnya di Indonesia untuk mempromosikan berbagai produk dan jasa wisata dalam negeri kepada pebisnis pariwisata dari mancanegara.

Tahun ini merupakan TIME ke-18 dan diselenggarakan oleh Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, serta seluruh komponen pariwisata di indonesia.

Penyelenggaraan TIME tahun ini diramaikan pula oleh serangkaian acara menjelang TIME 2012, di antaranya Tapis Carnival, Festival Krakatau ke-22, Pagelaran Seni Budaya dari 20 provinsi di Indonesia, serta Tour Krakatau.

sumber: kompas

Senin, 16 Juli 2012

Wuih, Desa Ini Punya Matahari Sendiri!



Viganella adalah sebuah desa yang terdapat di dasar lembah yang ada di Piedmont, Provinsi Verbano-Cusio-Ossola, Italia. Hampir sepanjang tahun, desa ini tidak pernah disinari oleh matahari seperti wilayah lainnya di dunia. Pada saat musim dingin datang, masyarakat Viganella bisa merasakan dingin yang luar biasa.

Ide cemerlang muncul dari kepala Giacomo Bonzani, arsitek yang mencoba membuatkan matahari untuk Viganella. Awalnya, banyak kalangan yang membatah ide sang arsitek karena dinilai mustahil. Namun, Giacomo telah memuktikannya dengan mewujudkan semua yang ada di kepalanya tersebut.

"Tapi saya yakin. Saya percaya pada ilmu fisika," ungka Bonzani yang dikutip oleh detikTravel dari Oddity Central, Senin (16/7/2012).

Bonzani membuat cermin raksasa yang bisa memantulkan cahaya matahari ke arah desa yang ada di dasar lembah. Cermin raksasa ini kemudian dijuluki oleh masyarakat Viganella sebagai matahari buatan.

Cermin tersebut dikendalikan oleh perangkat lunak komputer agar bisa melacak di mana sumber matahari dan bisa memantulkannya secara otomatis ke arah desa. Tidak hanya masyarakat Viganella saja yang bisa merasakan dampak dari sinar matahari tersebut, tapi juga para wisatawan yang penasaran atas ide kreatif ini.

Selain berfungsi menyinari desa, ternyata matahari buatan juga sudah menjadi destinasi wisata. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Italia saja, tapi juga dari mancanegara. Lembah ini memiliki pemandangan yang sangat cantik lengkap dengan hawanya yang sejuk. Masyarakat Viganella juga sangat ramah dengan para pengunjung yang datang.


sumber: detik

Sabtu, 14 Juli 2012

Pesona Kota Tua Berlin


Kawasan Alexanderplatz pada waktu sore di bulan 
JIKA ke Berlin, Jerman, jangan lupa datang ke Checkpoint Charlie. Pijaklah kaki dan abadikanlah Tembok Berlin dan Gerbang Brandenburg. Kunjungi juga Berlin Cathedral, Deutsches Historisches Museum, Reichstag, dan gedung bersejarah lainnya. Bangunan berumur ratusan tahun ini terlalu indah untuk dilewatkan.

Ketika mengunjungi Berlin bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beberapa waktu lalu, hampir tak ada yang berubah dibandingkan saat mengunjungi kota ini sembilan tahun lalu, 2003. Begitu menasuki wilayah barat Berlin, tampak bangunan dengan penampilan gedung tua menghiasi wajah kota berlambang beruang itu.

Suhu Berlin di musim dingin sangat ekstrem. Ketika pagi hari, suhu mencapai minus 4 derajat celsius. Namun, ketika siang hari suhu menunjukkan 5 derajat celsius. Sore hingga malam hari kembali ke minus 4 sampai minus 7 derajat Celsius.
Dinginnya udara dengan suhu ekstrem tak akan mengubah niat wisatawan untuk berkeliling menikmati keindahan kota.

Brandenburg
Pilihan pertama jatuh ke Gerbang Brandenburg atau dalam bahasa Jerman disebut Brandenburger Tor. Tempat ini adalah gerbang lama kota yang dibangun kembali akhir abad 18 sebagai lengkungan kemenangan neoklasik.


Posisinya terletak di sebelah barat pusat kota di persimpangan Unter den Linden dan Ebertstrabe, serta sebelah barat Platz Pariser. Saat ini tempat tersebut merupakan salah satu landmark Berlin secara khusus dan Jerman pada umumnya.

Gerbang ini sempat mengalami kerusakan hebat pada Perang Dunia II. Akan tetapi, oleh Monumen Yayasan Konservasi Monumen Berlin, gerbang ini direvitalisasi.

Jika sudah berada di tempat ini, jangan malu-malu berfoto dengan dua pria berseragam militer lengkap dengan bendera Jerman dan Amerika Serikat. Latar belakang pengambilan foto adalah gerbang tersebut.

Tak hanya menyaksikan dan mengabadikan gerbang tua, di kawasan ini juga terdapat bangunan tua, hotel, restoran, kantor, toko, dan kafe berbentuk bangunan tua yang kokoh.
Setelah puas berada di kawasan ini, berjalan kakilah satu blok ke arah utara. Di lokasi itu berdiri gedung Reichstag, gedung parlemen Kekaisaran Jerman.
Sebelum mencapai gedung parlemen, nikmati indahnya pohon linden yang berjejer sepanjang jalan tersebut.

Gedung Reichstag berdiri tahun 1894 sampai tahun 1933. Selanjutnya, gedung ini menjadi tempat parlemen Jerman mulai tahun 1999 sampai sekarang.

Checkpoint Charlie
Berkunjung ke Berlin tidak lengkap jika kaki tidak menginjak kawasan Checkpoint Charlie atau Checkpoint C. Tempat ini merupakan titik persimpangan di Tembok Berlin yang terletak di persimpangan Friedrichstrasse dengan Zimmerstrabe dan Mauerstrabe.

Tak hanya untuk mengabadikan foto, di lokasi yang sering tampil dalam film mata-mata dan buku ini terdapat museum mengenai sejarah Jerman dan Berlin. Di kawasan ini Anda bisa membeli cendera mata dengan harga miring sebagai oleh-oleh. Terdapat pula kafe untuk tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Tembok Berlin
Tak jauh dari tempat ini, sekitar 700 meter, terdapat Tembok Berlin. Tembok ini dibangun Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) pada 13 Agustus 1961. Tembok ini memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur serta daerah Jerman Timur lainnya sehingga membuat Berlin Barat sebagai enklave atau daerah kantong.

Deutsches Historisches
Setelah dari sana, coba juga mendatangi Deutsches Historisches Museum atau Museum Sejarah Jerman. Boleh juga bertandang ke Berlin Cathedral atau Berliner Dom.

Jangan dulu puas. Lanjutkan juga perjalanan ke arah timur Berlin. Bangunan di kawasan timur ini terlihat lebih modern dibandingkan bangunan di bagian barat Berlin.

Jika sudah berada di kawasan timur Berlin, datanglah ke Alexanderplatz, sebuah taman atau lapangan yang ramai dan berubin di tengah kota Berlin, dekat tepi sungai Spree dan Berliner Dom. Sesuai dengan namanya, taman ini diberi nama terkait kedatangan Alexander I yang mengunjungi Berlin pada tahun 1805.

Tak jauh dari taman ini, terdapat Gereja Nicolai, salah satu gereja tertua di Berlin yang selamat ketika menghadapi penngeboman pada Perang Dunia II.

Kota tua Jakarta
Setelah puas mengunjungi Berlin, teringat bagaimana dengan kondisi kota tua di Jakarta.
Kota tua seharusnya menjadi salah satu obyek wisata andalan Jakarta karena banyak bangunan bersejarah, seperti Taman Fatahillah dengan Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, serta Museum Seni Rupa dan Keramik.

Namun, kondisinya saat ini masih jauh dari kesan mengagumkan. Jakarta masih perlu belajar menata kota tua dari kota lain di dunia, salah satunya Berlin. (Pingkan Elita Dundu)

sumber: kompas.com

Sabtu, 07 Juli 2012

Tembok China, Makin Tua Makin Menarik


BEIJING, KOMPAS.com - Apa yang bagus dikunjungi kalau berkunjung ke China? Amat banyak obyek yang atraktif, tergantung kita menyukai apa. Kalau ingin mengunjungi sentra bisnis yang sudah berusia ribuan tahun, datanglah ke Shanghai, Guangzhou, Zhuhai, dan sebagainya. Hendak melihat pertumbuhan ekonomi yang amat cepat datanglah ke Shenzhen.

Atau hendak melihat raut China sejak ribuan tahun silam hingga sekarang datanglah ke Beijing. Ibu kota Republik Rakyat China ini memang menyimpan peninggalan sejarah yang memukau. Di sini di antaranya terdapat tembok besar atau tembok raksasa China yang mulai dibangun secara perlahan tahun 722 sebelum Masehi.

Ia mulai disatukan dan disempurnakan sebagai satu rangkaian tembok raksasa sejak tahun 220 sebelum Masehi, yakni tatkala kaisar pertama China, Qin Shi Huangti.berkuasa. Kaisar yang memersatukan China ini praktis disebut sebagai kaisar yang membangun tembok besar (Changcheng).. Ketika dihitung ulang, diketahui bahwa panjang keseluruhan tembok besar mencapai 8.850 km, hampir sembilan kali panjang pulau Jawa.

Panjang 8.850 km itu tentu bukan main-main. Kalau naik mobil dengan kecepatan 100 km per jam, kemudian mobil melaju terus tanpa henti dan tanpa menggunakan rem, maka panjang tembok besar baru dicapai ujungnya setelah melaju selama 88,5 jam. Bukan main. Kemudian kalau hendak menempuh dengan berjalan kaki, dengan kecepatan enam kilometer per jam, bayangkanlah sendiri berapa lama baru Anda akan tiba di sana.

Hal yang membuat puluhan juta wisatawan mau datang melihat tembok besar ini memang sangat bervariasi. Pertama tentu panjangnya yang amat fantastis. Kedua, Changchen tidak sekadar panjang, tetapi juga tampak sangat gagah. Ia berdiri kalem dan kokoh di atas bukit-bukit di kawasan dataran tinggi di belahan utara Tiongkok.
Pada musim dingin, temperatur bisa mencapai minus 30 derajat celcius, bahkan di daerah tertentu, minus 40 derajat celcius. Tak heran, pembuatan tembok besar memakan banyak korban. Tiap pembangunan 10 km minimal menelan satu korban meninggal. Patut diketahui, ketika itu pemahaman tentang kesehatan dan asupan makanan yang berkualitas masih kurang. Cara berpakaian dan bekerja dengan aman pun belum banyak diketahui.

Ketiga, tembok besar memberi banyak fantasi. Misalnya perjalanan ke puncak tembok, suasana di sekitar tembok maupun belanja di sana selalu menyenangkan. Dan China sebagai negara yang mampu meraih setidaknya 40 juta wisatawan asing per tahun, sangat tahu bagaimana memperlakukan turis asing. Misalnya, siapa yang mampu naik ke salah satu puncak tembok China bisa mendapat plakat, yang dibubuhi cap dan nama si pendaki. Tinggal bayar 20 yuan, Anda sudah dapatkan plakat, mirip medali yang keren.

Keempat, perjalanan ke tembok China mudah. Start dari Beijing, Anda naik mobil atau taksi selama satu jam 15 menit. Lalu hamparan tembok sudah berada di depan mata Anda. Pulang dari mendaki tembok besar, Anda sudah bisa bicara besar bahwa Anda sudah mencapai salah satu “puncak” tembok. Anda pun pasti tertarik untuk memotret, menggunakan kamera milik Anda untuk memotret sebanyak mungkin. Pulang ke rumah, Anda pasti bercerita sudah naik tembok besar China dan ikut memotret. Cerita tentang perjalanan itu yang paling asyik.

Cerita, potret diri, plakat, oleh-oleh tembok China dan sebagainya kemudian menjadi daya tarik luar biasa China. Di tembok besar inilah yang dikehendaki pemerintah China. Semakin banyak orang tahu, semakin banyak yang ingin ke sana. Semakin banyak wisatawan yang ingin datang melihat tembok besar yang dari tahun ke tahun tampak makin menarik.

Kita bisa belajar dari formula China ini “memarketingkan” diri. Obyek wisata kita banyak, indah dan mudah dijangkau, dan warga negara Indonesia ramah-ramah.

sumber: kompas.com

Kamis, 05 Juli 2012

Borobudur Tetap Memesona

Ghiboo.com - Candi Borobudur, masih menjadi tempat liburan terpopuler untuk dikunjungi selama masa liburan ini,

"Sampai kuartal pertama tahun 2012 ini, ada peningkatan sekitar 16%. Dan trend peningkatan ini akan terus berlangsung hingga musim liburan sekolah dan liburan hari raya Idul Fitri pada Juli-Agustus mendatang," ujar Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) Purnomo Siswoprasetjo di Jakarta, Rabu (4/07).

Ditambahkan Purnomo bahwa dalam tiga tahun terakhir ini kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur terus meningkat, dimana 2011 lalu sebanyak 250.000 wisatawan berkunjung ke area Candi yang masuk dalam Situs Warisan Dunia WHO, atau meningkat 15%  dibandingkan 2010.

Selama dua pekan ini hingga 30 Juni lalu, kunjungan wisatawan domestik mengalami peningkatan signifikan, dengan total pengunjung mencapai 150.000 orang atau naik 10% dari yang ditargetkan, katanya lagi.

Dan selama Juni 2012 ini, rata-rata pengunjung yang datang ke Borobudur didominasi Wisatawan Nussantara (Wisnu) jenis umum, pelajar atau anak-anak usia sekolah yang mencapai 332.747 orang. 

Sedangkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 14.203 orang.

Kunjungan wisman ke Candi Borobudur Magelang mencakup negara Belanda, Jepang, Malaysia, Perancis dan Rusia. Negara Belanda dan Jepang merupakan negara yang sudah selama kurun waktu tiga tahun terakhir bertahan dirangking pertama dan kedua sebagai wisman terbanyak.


sumber: ghiboo

Candi Borobudur Makin Diakui Dunia

Ghiboo.com - Candi Borobudur, candi Budha terbesar yang terletak di Jawa Tengah, kini resmi menyandang gelar sebagai situs arkeologis Candi Budha terbesar di dunia, dan tercatata dalam buku Guinness World Records.

Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo, di Jakarta Rabu (4/07) mengatakan proses penilaian Candi Borobudur menjadi situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia sejak tiga bulan yang lalu.

"Secara resmi Candi Borobudur telah tercatat secara resmi dalam buku Guinness World Records di London, Inggris dengan nomor claims 396-198," ujar Purnomo.

Purnomo menambahkan bahwa pencatatan tersebut dilakukan pada (27/06)lalu. 

Selain itu candi ini, juga telah tercacat sebagai World Heritage UNESCO dengan list nomor 592 (1991).

"Saat ini sertifikat resmi dari Guinnes World Records tersebut sudah dikirimkan dari markas besar di London ke kantor pusat PT TWC Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) di Yogyakarta," tambahnya.

Candi Borobudur sendiri merupakan candi peninggalan Wangsa Syailendra yang dibangun antara tahun 750-842 SM. Candi ini memiliki ukuran 123x123 meter persegi (403 x 403 kaki) dan volume bangunan sebesar 60.000 meter kubik (m3).


sumber: ghiboo

Senin, 02 Juli 2012

Candi Borobudur


Sejarah Candi Borobudur


Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.
Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Perayaan Waisak di Borobudur
Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.
Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

 Borobudur
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

sumber: kumpulan

Taman Nasional Komodo : Menelusuri Lebih Dalam Kehidupan Komodo

            Kendurkan syaraf dan bebaskan pikiran Anda untuk berpetualang di tempat yang menakjubkan ini. Saat berada di Taman Nasional Komodo seakan saja Anda berada di planet lain, sebuah pengalaman sangat mengesankan dan tak terlupakan bila mengunjunginya.
             Datanglah ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.
        Komodo adalah makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif, mereka merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Mereka hanya butuh satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mengintai mangsanya, terkadang hingga berhari-hari, komodo akan memakan  mangsanya yang tengah sekarat.  
           Meski besar ukurannya, bersisik, berkuku tajam, lidah menjulur bercabang dua, serta bentuknya yang purba tetapi Anda tidak perlu takut melihatnya seseram itu karena setiap pengunjung termasuk Anda yang ingin melihat hewan ini akan ditemanijagawana yang sekaligus sebagai pawang. Anda tinggal mematuhi saja semua petunjuk dan saran pemandu berpengalaman ini.
         Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.
           Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.  
            Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari.

sumber: indonesia


Selasa, 05 Juni 2012

Romantisme Panorama Pink Beach Pulau Komodo, NTT


UNTUK melihat pantai indah berwarna pink,tak perlu sampai pergi jauh ke luar negeri, seperti ke Bahama, karena Indonesia juga punya pantai yang pasirnya berwarna pinkdan lokasi tersebut letaknya berada di kawasan Pulau Komodo, provinsi Nusa Tenggara Timur, oleh penduduk setempat dinamakan Pantai Merah. Namun para wisatawan mancanegara yang sering berkunjung ke pantai ini menyebutnya sebagai Pink Beach.
Di sepanjang daerah pantai ini tidak ada bangunan apa-apa dan tidak dihuni penduduk alias pantainya kosong, hal ini tentu saja sangat disukai oleh para wisatawan yang lebih menyukai pantai yang tenang dan indah.
Para wisatawan asing yang berkunjung ke sini sering  membayangkan dirinya sambil berfoto di pantai dengan latar belakang air laut yang bergradasi biru, ditambah panorama perbukitan hijau, langit biru cerah dengan gumpalan awan putih, dan ditemani hamparan pasir yang benar-benar berwarna pink, sangat indah dan bernuansa romantis.
Konon di dunia hanya terdapat 7 pantai yang memiliki hamparan pasir berwarna pink, salah satunya yang ada di Pulau Komodo.
Menurut asalnya, pasir pink ini terbentuk dari pecahan karang berwarna merah, namun kabar lain mengatakan sebenarnya warna pink ini dihasilkan karena adanya hewan mikroskopik semacam amuba bernama Foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada karang, tak heran apabila kita mengambil sejumput pasirnya, maka terlihat pasir berwarna merah di antara pasir putih.
Uniknya dari pantai ini, jika ombak menyapu pasir dan menariknya kembali, maka warna pasir tersebut berubah menjadi pink tua, sangat indah. Butiran pasirnya halus dan lembut, terasa empuk saat berjalan atau berjemur di atasnya.
Kegiatan di sana selain berfoto, bisa berjemur, berenang, atau sekedar duduk menikmati pemandangannya. Selain tidak terlalu ramai dan komersil, aktifitas berenang pun sangat menyenangkan dan menyegarkan mata, karena banyak hard corals dan soft corals yang berwarna-warni dan masih sehat, ditambah lagi banyaknya ikan-ikan hias, seperti clown fish (ikan Nemo),butterfly fish, bat fish dan masih banyak lagi.
Cara mencapai Pink Beach, cukup mudah, dari Bali kita terbang ke Labuan Bajo, lalu menyewaspeedboat atau kapal nelayan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo. Sebelum sampai ke Pink Beach, biasanya para turis mampir dahulu Taman Nasional Komodo di Loh Liang untuk melihat langsung kehidupan komodo liar.
Bagi penggemar scuba diving, alam bawah laut di Pink Beach luar biasa bagus,  Anda dapat mengikuti dive trip melalui Dive Operator yang ada di Labuan Bajo.
Sebagai catatan, karena di pantai ini tidak ada warung atau restoran, Anda disarankan membawa perbekalan sendiri secukupnya dan jangan lupa untuk mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia. Selamat Berlibur !

Sabtu, 17 Maret 2012

Cano Cristales

An explosion of natural color known as "the river that ran away from paradise" 

   A unique biological wonder, Caño Cristales has been referred as the "river of five colors," "the river that ran away from paradise," and "the most beautiful river in the world."

For most of the year, Caño Cristales is indistinguishable from any other river: a bed of rocks covered in dull green mosses are visible below a cool, clear current.
However, for a brief period of time every year, the river blossoms in a vibrant explosion of colors. During the short span between the wet and dry seasons, when the water level is just right, a unique species of plant that lines the river floor called Macarenia clavigera turns a brilliant red. It is offset by splotches of yellow and green sand, blue water, and a thousand shades in between.
This only happens for a brief period in between seasons. During Colombia's wet season, the water flows too fast and deep, obscuring the bottom of the river and denying the Macarenia clavigera the sun that it needs to turn red. During the dry season there is not enough water to support the dazzling array of life in the river. But for a few weeks from September through November, the river transforms into a veritable living rainbow.
Caño Cristales is located in a remote, isolated area not easily accessible by road. Adventurous tourists can now fly into the nearby town of La Macarena. From there it is a short trip into "Serrania de la Macarena," the national park in which Caño Cristales is located.
The site was effectively closed to tourists for several years because of guerrilla activity in the region along with concerns about the impact of unregulated tourist traffic. It was reopened to visitors in 2009, and today there are several Colombian Tourist Agencies that will fly travelers to La Macarena. From there, they must make their way to the river site on horseback (or donkeyback) and by foot as part of a guided tour. Visitors are not permitted to stay overnight or cook.



source : atlasobscura