This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Tablet dengan OS X Mountain Lion

Ghiboo.com - ​Ingin mencoba MacBook Pro tanpa keyboard? Jika ya, Anda mungkin berminat dengan produk yang satu ini.

Dikutip dari Slashgear, Senin (1/10), produk bernama ModBook Pro tersebut bisa dibilang sebagai versi tablet dari MacBook.

Namun jangan salah sangka dulu. ModBook Pro bukanlah perangkat buatan Apple, meskipun sistem operasi yang digunakan adalah OS X Mountain Lion.

Tablet yang diluncurkan oleh perusahaan bernama ModBook ini memiliki layar berukuran besar, yakni 13,3 inci.

Yang paling menarik, memori internal yang dibenamkan adalah SSD 64GB. Jika ukuran 64GB dirasa kurang, Anda dapat membesarnya hingga 480GB.

Modbook Pro rencananya akan tersedia dan dapat dibeli secara online pada pertengahan November 2012. Bagaimana? Tertarik mencicipi tablet rasa MacBook?


sumber: ghiboo.com

Selasa, 25 September 2012

Genjot Aplikasi Lokal, Nokia Gelar "Coding" 24 Jam

Nokia ingin terus perbanyak aplikasi untuk Asha.
Jakarta, KOMPAS.com - Jumlah aplikasi buatan developer Indonesia di toko aplikasi Nokia Store terus saja meningkat. 

Kini, di toko tersebut diklaim terdapat 4.500 aplikasi lokal, naik dari jumlah yang tercatat pada akhir 2011 sebanyak 3.000 aplikasi.

Tingginya jumlah aplikasi dari developer lokal yang terdapat di toko online tersebut tidak membuat Nokia berpuas diri. Mereka terus mencari cara agar jumlah aplikasi terus meningkat. Salah satu cara yang akhirnya ditempuh adalah dengan mengadakan ajang lomba pembuatan aplikasi.

Nokia sendiri sudah beberapa kali mengadakan ajang perlombaan pembuatan aplikasi. Pada awal Februari lalu, Nokia membuat sebuah event yang dinamakan "Nokia Lumia Apps Challenge". 

Di ajang tersebut, Nokia mendorong para peserta untuk membuat aplikasi berbasis Windows Phone sebaik mungkin. Semua aplikasi yang berhasil dibuat dalam acara ini didaftarkan ke Windows Phone Marketplace.

Hari ini, Selasa (25/9/2012), Nokia kembali mengadakan acara perlombaan yang mirip dengan "Nokia Lumia Apps Challenge". Bedanya, dalam ajang bertajuk "Hack Nation" ini, para peserta diminta untuk membangun aplikasi berbasiskan sistem operasi Series 40 (S40) yang digunakan di ponsel seri Asha.

"Ajang Hack Nation mirip dengan acara yang kita adakan dulu di Bandung (red. Nokia Lumia Apps Challenge). Bedanya, kali ini, kita meminta mereka untuk membuat aplikasi untuk Asha," kata Maretha Dewi, Head of Ecosystem Developer Nokia Indonesia, saat berbincang denganKompasTekno.

Para peserta akan mengadu kemampuan pembuatan aplikasi selama 24 jam non-stop.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 200 developer lokal yang mengikuti acara ini.

"Para developer lokal yang hadir tidak hanya berasal dari Jakarta saja. Developer dari luar Jakarta, seperti Bandung, pun menghadiri acara ini," ungkap Maretha. 

Untuk mengadakan acara ini, Nokia pun bekerjasama dengan Merah Putih Incubator.

"Nokia berkolaborasi dengan Merah Putih dalam mengadakan acara ini. Kita akan membuka APIuntuk beberapa aplikasi Merah Putih, para developer bisa membuat aplikasi berdasarkan APIMerah Putih tersebut," ujar Maretha.

Setiap tim terdiri dari maksimum 2 orang dapat membuat aplikasi dengan memanfaatkan API dari situs   Infokost, Lintas.me, BolaLob, DailySocial, Trenologi, dan Mindtalk.

Tim tersebut harus memanfaatkan minimal satu API yang tersedia. Setiap tim dapat memanfaatkan lebih dari satu API, tetapi diharuskan untuk memilih salah satu kategori berdasarkan API yang tersedia.

"Kita berharap para developer lokal yang hadir di ajang ini membangung aplikasi yang out of the box," tutup Maretha.

sumber: kompas

Senin, 24 September 2012

Ponsel Game Terbaik, HTC One X atau Galaxy S III?

KOMPAS.com - Samsung Galaxy S III dan HTC One X termasuk dalam jajaran smartphoneAndroid papan atas yang dilengkapi prosesor quad-core dengan subsistem grafis mumpuni. 

Layar kedua ponsel ini pun bisa dibilang berkualitas sangat baik dengan ukuran besar dan resolusi tinggi.

Kedua hal tersebut membuat Galaxy S III dan One X tidak hanya ideal untuk digunakan bermultimedia seperti menjelajah internet atau menonton video HD, tetapi juga untuk bermain game. 
Smartphone berlayar lebar adalah alat bermain yang mengasyikkan (oik yusuf/ kompas.com)
Untuk keperluan ini, walau memiliki spesifikasi yang mirip dan dibanderol dengan harga yang mirip-mirip pula, Galaxy S III dan One X menggunakan  prosesor (SoC) yang berbeda. Galaxy S III memakai Exynos 4412 buatan Samsung, sementara HTC One X mengandalkan Tegra 3 dari NVIDIA.

Kedua prosesor sama-sama memiliki empat core CPU berbasis ARM Cortex A9, tetapi Exynos 4412 dan Tegra 3 menggunakan unit GPU berbeda. Kinerja kedua smartphone dalam menjalankan game pun berlainan meski tak bertolak belakang.

Nah, di antara dua andalan Samsung dan HTC ini, manakah yang lebih andal untuk menemani anda berpetualang dalam game favorit?

Sekilas Spesifikasi Teknis
Selain prosesor dan bentuk fisik, poin perbedaan lainnya antara Samsung Galaxy S III dan HTC One X terletak pada ukuran dan jenis layar yang digunakan. 

HTC memilih Super IPS LCD2 berukuran 4,7 inci, sementara Samsung memakai layar Super AMOLED 4,8 inci. Perbedaan jenis dan ukuran 0,1 inci di antara keduanya relatif tidak signifikan dan hanya terlihat ketika betul-betul diperhatikan. 

Dengan besaran resolusi 1280x720, tampilan gambar di kedua layar pun sangat tajam dengan kontras dan saturasi warna yang tinggi. 

Baik Galaxy S III maupun One X sama-sama mengusung layar lebar berkualitas tinggi, dimotori oleh komponen-komponen yang bertenaga di baliknya (oik yusuf/ kompas.com)
Untuk hal lainnya, kedua smartphone ini cenderung mirip. Kapasitas RAM sama-sama 1 GB, resolusi kamera 8 megapixel, bahkan dimensi fisik dan berat mereka berdua hanya berselisih tipis saja.

Dari sisi hardware, satu kelebihan yang dimiliki Galaxy S III dibanding One X adalah dukungan 4G LTE (untuk pasar tertentu) serta kapasitas storage yang bisa diekspansi dengan kartu micro SD hingga 64 GB. One X hanya menawarkan storage internal 32 GB tanpa slot memori.

Dalam hal gaming, kartu micro SD tentu akan membantu pengguna memindahkan file berukuran besar seperti foto atau video untuk menyisakan ruang dalam storage internal sehingga bisa diisi aplikasi game. 

Terlebih lagi judul-judul game Android modern besarnya bisa mencapai ratusan megabyte sehingga dapat menghabiskan kapasitas penyimpanan dengan cepat.

Benchmark


Untuk mengukur tingkat kinerja game teoritis dari masing-masing smartphone, digunakan dua benchmark yang menitikberatkan pada pengujian grafis, yaitu GLBenchmark 2.5 dan RD 3D Benchmark. Berikut ini hasil pengujian singkat keduanya.

GLBenchmark 2.5
GLBenchmark 2.5, dalam satuan Frame Per Deitk (FPS), lebih tinggi lebih baik
RD 3D Benchmark
RD 3D Benchmark, angka FPS rata-rata dan skor total, lebih tinggi lebih baik
Dari ringkasan hasil benchmark di atas, Samsung Galaxy S III tampak unggul dari HTC One X. 

GPU Mali-400MP pada prosesor Exynos 4412 GPU milik Samsung, menurut benchmark, memiliki kinerja olah grafis yang lebih tinggi dibandingkan ULP Geforce 4+1 core dalam Tegra 3.

Lalu, apakah ini berarti Samsung Galaxy S III adalah smartphone yang lebih unggul dalam menjalankan game? Tidak juga.

Soal Dukungan Judul Game


Biarpun sedikit tertinggal di belakang Exynos 4412 dalam hal kinerja game teoritis, pada kenyataannya, dalam kebanyakan game, kinerja Tegra 3 dalam HTC One X sudah sangat mencukupi.

Satu kelebihan yang dimiliki Tegra 3 adalah dukungan developer aplikasi (game) untuk prosesor yang satu ini. Dukungan atau optimalisasi tersebut, antara lain, memungkinkan Tegra 3 menampilkan efek grafis yang lebih kaya dibandingkan prosesor lainnya. 

Seperti apa? Contohnya bisa dilihat dalam screenshot game Dead Trigger di bawah ini.
Dead Trigger, setting grafis "Ultra High"
Dead Trigger, setting grafis "High"
Pada gambar di atas, tampak bahwa setting grafis "Ultra High" menambahkan efek kubangan air yang realistik, lengkap dengan percikan-percikan yang timbul ketika peluru melesat ke dalamnya. Ada pula fitur-fitur grafis lainnya seperti pencahayaan dan visualisasi asap yang lebih bagus. Efek-efek visual ini tidak akan terlihat ketika game dijalankan dengan setting grafis "High".

Nah, setting "Ultra High" dalam Dead Trigger hanya bisa dijalankan pada smartphone dengan SoC Tegra karena game ini memang dirancang untuk prosesor bikinan NVIDIA tersebut. Pada Galaxy S III, Dead Trigger menolak berjalan pada setting yang lebih tinggi dari "High".

Judul-judul game lain pun (yang dioptimalisasi untuk Tegra) banyak yang telah memiliki kapabilitas serupa, contohnya seperti Horn, Beach Buggy Blitz, Shadowgun, Riptide GP, Nova 3, danBladeslinger THD yang menjanjikan kualitas grafis sekelas konsol game, kalau dijalankan di perangkat Tegra 3.

Tampilan grafis cantik dari Tegra 3 tentu ada harganya. Semakin bagus gambar game yang ditampilkan, semakin banyak pula beban yang dipikul oleh prosesor dan pemroses grafis smartphone. 

Akibatnya, game bisa berjalan terpatah-patah walau tidak semuanya cukup "berat" untuk membuat HTC One X bertekuk lutut. 

Salah satu game yang bisa memberikan beban pengolahan grafis tinggi dengan tampilan grafisnya yang berkualitas prima adalah First-Person Shooter Nova 3. 

Galaxy S III sendiri bukannya tidak mampu menampilkan efek grafis ciamik. Dalam beberapa kasus, seperti Dead Trigger di atas, game bisa diakali dengan modifikasi file sehingga mau menghasilkan efek-efek visual tambahan, walaupun tidak sedang dijalankan oleh perangkat dengan prosesor Tegra.

Akan tetapi, tetap saja menggunakan perangkat Tegra 3 merupakan cara yang lebih praktis untuk mendapatkan tampilan lebih bagus dari judul-judul game yang memang dioptimalisasi untuk prosesor tersebut.

Nvidia pun menyediakan portal khusus, yaitu Tegrazone, sebagai sarana para pemilik perangkat Tegra untuk memperoleh judul-judul game yang dioptimalisasi untuk perangkatnya.

Kesimpulan

Dalam hal gaming, tidak ada pemenang mutlak di antara Samsung Galaxy S III dan HTC One X. Masing-masing memiliki poin kelebihannya sendiri ketika digunakan untuk keperluan yang satu ini.

Perbedaan utama kedua ponsel dalam hal gaming mungkin lebih terletak pada kinerja lebih tinggi yang ditawarkan Galaxy S III dan grafis lebih cantik yang mampu dihadirkan HTC One X (dalam game yang dioptimalisasi untuk Tegra).

Kecepatan atau kualitas tampilan, mana yang lebih penting? Itu tergantung selera pengguna dan kebutuhan game yang dimainkan. Jawabannya ditentukan oleh seberapa ingin seorang pemakai smartphone melihat grafis yang lebih bagus dalam game dan sejauh apa toleransinya terhadap kelancaran frame rate saat bermain.

Dua ponsel inipun bukan satu-satunya perangkat Android yang bisa dipakai main game. Model-model yang kelasnya berada di bawah mereka pun sanggup menjalankan game sesuai batasan kemampuan hardware masing-masing.

Akan tetapi, sebagai produk andalah dari masing-masing produsen, pengalaman bermain yang dihadirkan Galaxy S III dan One X bisa dibilang termasuk yang paling baik untuk platform smartphone Android saat ini.

sumber: .kompas

Senin, 30 Juli 2012

Microsoft Pamerkan 'Keyboard' dan 'Mouse' untuk Windows 8

KOMPAS.com - Meskipun Windows 8 berikut tablet Surface RT baru akan diluncurkan pada 26 Oktober mendatang, serangkaian aksesori pendukung yang dirancang khusus untuk sistem operasi terbaru MIcrosoft tersebut telah mulai bermunculan.

Pada Senin (30/7/2012) kemarin, raksasa software ini memperkenalkan lima macam produk dari jenis input device yang mampu memperkaya pengalaman penggunanya dalam memakai Windows 8. 

Aksesori-aksesori untuk perangkat Windows 8 tersebut adalah:


Wedge Mobile Keyboard
Papan tuts Bluetooth bergaya modern ini didesain untuk perangkat tablet. Tubuhnya tipis, dengan serangkaian tombol Windows 8 Hot Keys untuk menjalankan fungsi Search, Device setting, dan lain-lain.

Sebuah cover pelindung yang bisa ditekuk dan dapat digunakan sebagai stand untuk tablet turut disertakan bersama keyboard. Produk ini dibanderol Microsoft seharga 79,95 dollar AS.


Wedge Touch Mouse
Mouse seharga 69,95 dollar AS yang memiliki bentuk tak biasa. Ukurannya cukup kecil untuk diselipkan di dalam kantong. Permukaan mouse ini dapat digunakan layaknya touchpad dengan fungsi scroll empat arah untuk memudahkan navigasi menu Windows 8.


Sculpt Mobile Keyboard
Adalah keyboard mobile wireless full-size yang bobotnya hanya sekitar 500 gram. Bentuk keyboard melengkung untuk mendukung kenyamanan pengguna ketika mengetik, serta dilengkapishorcut keys Windows 8. 

Apabila tidak dipakai selama beberapa waktu, keyboard akan memasuki mode Sleep secara otomatis untuk menghemat baterai. Harganya? 49,95 dollar AS.

Sculpt Touch Mouse
Dibandingkan Wedge Touch Mouse, mouse Bluetooth seharga 49,95 dollar AS ini memiliki bentuk yang lebih konvensional. Ukurannya pun lebih besar. Di bagian tengahnya ada touchpad mini dengan fitur four-way scrolling. 

Microsoft Touch Mouse

Versi update dari Touch Mouse memiliki dukungan terhadap gestur-gestur input tambahan yang memudahkan pengguna dalam menjelajahi menu Windows 8. 

Mouse ini memiliki permukaan yang mampu menerima input milti-touch, dari mulai satu jari untuk scrolling, dua jari untuk swiping, berpindah-pindah antar aplikasi, hingga tiga jari untuk zoom in dan out.

Harganya 79,95 dollar AS, namun, apabila Anda sudah memiliki Microsoft Touch Mouse, Microsoft akan memberikan update berisi dukungan terhadap gestur-gestur baru tersebut secara cuma-cuma.  

Sumber :

Rabu, 25 Juli 2012

Droid X360, Mirip PlayStation Vita Tapi Pakai Android


KOMPAS.com - Banyak produk elektronik yang beredar di China memiliki bentuk sangat mirip dengan produk terkenal. Mulai dari ponsel hingga tablet.
Nah, kali ini muncul perangkat game bernama Droid X360 yang memiliki kemiripan yang tinggi dengan perangkat game handheld Sony PlayStation Vita (PS Vita). Bedanya, ia menggunakan sistem operasi Android.
Lalu, apakah perangkat ini dapat menjalankan game dari PS Vita? Sayangnya, tidak. Namun, perangkat ini dapat menjalankan beragam game berbasis Android yang ada saat ini.
Perangkat dari Shenzen Xunlong ini dijalankan dengan Android 4.0 dan berkekuatan prosesor 1.5GHz, 512MB RAM, dan layar 5 Inci (800 x 480).
Lucunya, perangkat ini mampu menandingi PS Vita dalam beberapa aspek, seperti kamera 2 megapixel dan internal storage 8GB.
Hanya saja, permukaan sentuh unik milik PS Vita yang ada di bagian belakang tidak bisa ditirunya, Hal ini diganti dengan logo Android berwarna hijau. Anda tertarik? Sayangnya, handheld ini hanya terbatas peredarannya di Cina saja.
Sumber :

Besok, "Singa Gunung" Sambangi Komputer Mac


KOMPAS.com — Selain laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2012, rilis media yang dikeluarkan Apple pada 24 Juli juga memuat informasi mengenai Mac OS X 10.8 "Mountain Lion" atau "Singa Gunung" yang disebut akan meluncur pada Kamis (26/7/2012) besok.

Mountain Lion adalah versi terbaru sistem operasi (OS) komputer bikinan Apple tersebut, yang antara lain dipakai di notebook MacBook Pro, MacBook Air, dan desktop iMac. OS ini akan tersedia melalui Mac App Store dengan harga 20 dollar AS.

Sistem operasi baru ini mengusung sejumlah fungsionalitas yang sebelumnya ditemukan di sistem operasi mobile Apple iOS, antara lain fitur reminder, notification, dan integrasi Twitter serta Messages, Notes, dan Game Center.

Selain itu, Mountain Lion memiliki kapabilitas sinkronisasi dengan Cloud. OS X 10.8 akan menggunakan Apple ID pengguna sebagai acuan untuk membangun daftar Contacts, Mail, Calendar, Messages, Facetime, dan Find My Mac.

Pengguna Mac OS yang ingin meng-upgrade ke Mountain Lion harus menggunakan Mac OS X versi 10.7 ("Lion") atau Mac OS X versi 10.6.8 ("Snow Leopard").

Akan tetapi, pemilik beberapa sistem Mac yang sudah berumur tidak bisa menikmati fitur-fitur Mountain Lion. Berikut daftar sistem yang kompatibel dan bisa menjalankan OS terbaru dari Apple ini:
  • iMac (model pertengahan 2007 atau lebih baru)
  • MacBook (model aluminium akhir 2008, awal 2009, atau lebih baru)
  • MacBook Pro (model pertengahan/akhir 2007 atau lebih baru)
  • MacBook Air (model akhir 2008 atau lebih baru)
  • Mac Mini (model awal 2009 atau lebih baru)
  • X Serve (model awal 2009)
Sumber :

Produsen BlackBerry Siapkan Tablet 4G


KOMPAS.com — Produsen smartphone BlackBerry, Research In Motion, dikabarkan akan merilis tablet PlayBook terbaru pada 31 Juli 2012. PlayBook ini bakal dibekali slot kartu SIM dan mendukung jaringan 4G dan HSPA.

Sebuah screenshot yang disebut sebagai memo internal RIM beredar di internet. Screenshot itu juga memperlihatkan beberapa spesifikasi dari PlayBook terbaru, yang akan menggunakan prosesor dual-core kecepatan 1,5 GHz dan berjalan dengan sistem operasi OS2.0.

rim-lpaybook-lte-4g-e1343072473815

Spesifikasi lainnya, menurut situs MobileSyrup, akan diperkuat dengan RAM 1 GB, kamera belakang 5 MP yang mampu merekam video beresolusi 1080p HD, kamera depan 3 MP, baterai 4800 mAh, dan memori internal 32 GB. Dimensinya adalah 130 x 193 x 9,7 mm dan bobot 425 gram.
Tablet ini kabarnya bakal dijual dengan harga 549,95 dollar AS.

CEO RIM Thorsten Heins pernah berkata pada Mei 2012, RIM memang sedang merancang tablet yang mendukung jaringan 4G.

RIM punya rekam jejak yang kurang baik soal penjualan tablet PlayBook generasi sebelumnya. Di Jakarta, harga PlayBook diturunkan hingga Rp 2,5 juta, tetapi tetap sepi pembeli. PlayBook generasi lawas tidak menyediakan layanan BlackBerry Messenger dan tidak ada slot kartu SIM.
Sumber :

Senin, 23 Juli 2012

Linux Ubuntu Sambangi Ultrabook


KOMPAS.com - Sistem operasi open source Linux akan merambah pasar Ultrabook melalui produsen komputer, Dell.

Dell, seperti dikutip laman resminya, berencana meluncurkan XPS 13, laptop 13 inci berbasis Ubuntu 12.04 LTS, pada bulan September atau Oktober 2012.

"Dell mengumumkan perluasan tiga inisiatif piranti lunak bersumber terbuka dan komputasi cloudyang diformalkan sebagai Project Sputnik," sebut pengumuman resmi Dell.

Sistem dalam produk berbasis Ubuntu itu menawarkan para pengembang layanan solusi klien-ke-cloud menyeluruh.

Piranti lunak yang tertanam dalam XPS 13 memungkinkan para pengembang membentuk "microcloud" pada laptop mereka, menyimulasikannya pada skala lingkungan dan meletakkan lingkungan secara halus ke komputasi cloud.

"Project Sputnik merupakan contoh bagus inovasi yang didorong karyawan berdasar program inkubasi Dell sehingga menjadi mungkin," kata pendukung eksekutif program inkubasi Dell, Nnamdi Orakwue, dalam situs resmi Dell.

Dell XPS 13 merupakan notebook dengan ketebalan 6 milimeter (titik tertipis) hingga 18 milimeter.

Pada versi sistem operasi Microsoft Windows 7, Dell XPS 13 ditawarkan dalam dua pilihan prosesor, Intel Core i5 dan Intel Core i7.
Sumber :
ANT

Intel Sediakan Rp 230 Juta untuk Ide Game Android Terbaik


KOMPAS.com - Hadiah bernilai ratusan juta rupiah disiapkan oleh Intel untuk para developer Android yang berminat membuat game untuk platform x86/ Atom besutannya .

Raksasa mikroprosesor ini berupaya memperbanyak jumlah aplikasi yang tersedia untuk perangkat tablet dan smartphone miliknya dengan menyelenggarakan lomba membuat game Android.

Untuk mengikuti lomba berjudul "Android at Play" ini, developer diharuskan menulis artikel pendek berisi penjelasan latar belakang dan informasi teknis aplikasi mereka.

Aturan lengkapnya bisa ditemukan di situs Code Project. Peserta juga diwajibkan menyertakan deskripsi singkat tentang kode yang digunakan dalam game, yang bisa diuji dengan emulator Android 4.0.4 di situs Intel.

Hadiah utama senilai 25.000 dollar AS atau sekitar 236 juta rupiah disediakan oleh pihak penyelenggara. Intel juga menyiapkan hadiah bulanan sebesar 1.000 dollar AS untuk periode lomba selama 4 bulan.

Lomba telah dimulai pada awal bulan ini dan akan berlangsung sampai tanggal 6 November 2012. Panel juri dari Code Project akan menyeleksi karya yang masuk dan mengumumkan pemenang tanggal 13 November.

Pasar tablet dan smartphone selama ini didominasi oleh prosesor berbasis ARM. Sebagai akibatnya, kebanyakan program pun -seperti kebanyakan aplikasi yang ada di Google Play-  ditulis untuk arsitektur tersebut,

Intel yang baru saja memasuki pasar gadget tahun ini melalui ponsel dari Lenovo, Lava International, dan Orange membutuhkan banyak aplikasi untuk menarik pengguna ke platform x86 miliknya. Salah satu bentuk aplikasi itu adalah mobile game mobile yang pasarnya terus berkembang,

Di pasar gadget dan tablet, prosesor Intel menghadapi pesaing-pesaing berbasis ARM, seperti Tegra 3 dari NVIDIA yang dibekali kemampuan proses grafis lebih tinggi.

Intel juga membuat prosesor untuk tablet dan dijadwalkan merilis prosesor tablet baru dengan kode nama Clover Trail pada 2012.
Sumber :

Jumat, 20 Juli 2012

Ulasan Panasonic Lumix GX1

Terjangan kamera berukuran mungil dengan fitur lensa yang dapat diganti-ganti (atau akrab disebut CSC, compact system camera) sepertinya tidak tertahankan lagi dengan semakin banyaknya vendor yang mengadu nasib di jenis produk ini. 

Sebagai salah satu pelopornya, Panasonic tidak tinggal diam dan meluncurkan kamera CSC terbarunya yaitu Lumix GX1.

Desain
Jika Anda mengikuti atau malah memiliki kamera MFT (Micro Four Thirds) seri GF dari Panasonic sebelumnya, seperti GF1, GF2 atau GF3, maka GX1 boleh dibilang lebih mendekati GF1 dari segi desain.

Lumix GF3 dirancang sebagai kamera MFT yang mungil dan praktis dimasukkan ke tas tangan, tapi GX1 sedikit berbeda. Faktor ergonomis amat ditonjolkan di sini dan peningkatan yang diberikan juga cukup banyak. Imbasnya, ukuran GX1 lebih besar dibandingkan GF3 tapi pegangannya pun lebih nyaman. Kualitas rancang bangun juga amat baik, bahkan yang terbaik untuk kamera seukurannya.

Deretan tombol fungsi yang menghiasi bagian belakangnya memiliki ukuran yang pas. Untuk tata letak menu, termasuk mudah dikuasai. Ada dua menu, yaitu Quick Menu untuk mengakses berbagai fungsi fotografi yang sering digunakan seperti setting ISO, white balance, resolusi gambar, metering dan sebagainya. Sedangkan untuk tombol menu di tengah dapat mengatur semua aspek fotografi dan kamera yang ada.



Kualitas layar termasuk memadai, dengan resolusi 460 ribu titik yang tajam. Layarnya cukup terang dan tetap nyaman dilihat saat digunakan di bawah pancaran sinar matahari.

Saat masuk ke mode preview gambar, Anda dapat langsung menyentuh layar untuk memperbesar dan memperkecil foto atau menghapusnya. Sayangnya, layar sentuhnya kurang responsif sehingga kami sering harus menekan layar lebih dari satu kali untuk mengaktifkan satu fungsi. Untunglah semua fungsi tersebut dapat dilakukan juga melalui tombol fisik yang ada di sisi kanan layar.

Fitur dan kinerja
Selain telah dilengkapi opsi pemotretan manual, ternyata cukup banyak fitur otomatis yang menyenangkan di GX1. Anda bisa bereksperimen dengan berbagai efek fotografi menarik yang masuk dalam menu “Creative Control”. Ada beberapa efek asyik seperti Expressive, Retro, High Key, Low Key, Sepia, High Dynamic, Toy dan Miniature. Hasilnya menarik, tapi masih tidak sebanyak dan sekreatif kompetitornya. 

Untuk pengaturan warna, terdapat fitur Photo Style. Anda dapat mengatur setting kontras, ketajaman, saturasi dan pengurangan noise, lalu menyimpannya sehingga dengan mudah digunakan kelak.

Selain dengan tombol rana biasa, Anda juga dapat merekam foto langsung dengan menyentuh layarnya. Ini berguna jika Anda ingin memotret secara candid atau diam-diam. 

Fitur lain yang difasilitasi oleh layar sentuhnya adalah Touch AF. Dikombinasikan dengan Face Detection, Anda tinggal menyentuh wajah subjek yang akan difoto dan kamera akan mencoba mengunci fokus ke wajah tersebut. Untuk dapat bekerja, kamera harus dapat melihat mata, hidung dan mulut. Jika ada beberapa wajah, maka wajah yang terdekat yang akan diprioritaskan.

Performa GX1 cukup responsif. Menjelajah menu dan setting dapat dilaksanakan dengan cepat dan intuitif, tanpa banyak harus menunggu kamera menampilkan menu. Mulai dari kamera dinyalakan sampai mengambil foto, GX1 membutuhkan waktu sekitar 1-2 detik. 

Dalam kondisi menyala, Anda bisa mengambil foto dengan cepat dan nyaris tanpa jeda. Kinerja autofokus juga baik, tidak beda jauh dengan kamera DSLR di kondisi cahaya yang baik. Namun pada kondisi cahaya agak remang-remang atau pada subyek yang kurang kontras, kinerja autofokus melambat walaupun tetap berhasil menemukan fokusnya. 

Exposure cukup akurat, walaupun kadang membuat foto agak underexposure. Ini dapat diselesaikan dengan sedikit pengaturan.

Untuk memotret aksi cepat, GX1 mampu memotret 4 foto dalam satu detik. Bahkan jika Live View dimatikan, Anda dapat merekam 20 foto per detik. Sayangnya, resolusi maksimum yang didukung hanyalah JPEG 4MP. Daya tahan baterai cukup standar, sekitar 300-350 foto, tergantung apakah Anda menggunakan flash atau tidak. 

Jika Anda sering menggunakan Creative Control, angka itu akan menurun mengingat penggunaan prosesor yang intensif akan mempengaruhi daya tahan baterai.

Hasil foto dan video
Sensor yang digunakan GX1 membawa peningkatan yang cukup signifikan, apalagi jika dibandingkan GF1. Sensor 16 MP sama seperti yang digunakan di Lumix G3. Hasil foto dalam format JPEG cukup baik, dengan warna yang akurat dan ketajaman (dengan lensa kit) yang baik. Akurasi white balance pada setting Auto masih perlu ditingkatkan, terutama saat memotret di dalam ruangan dengan lampu kuning.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat galeri hasil foto GX1 di sini.

Keberadaan noise yang biasanya cukup menjadi pertimbangan sudah lebih berkurang. Pada setting ISO rendah sampai ISO 800, noise yang dihasilkan nyaris tidak terlihat. Tingkat noise masih cukup dapat diterima sampai setting ISO 3200. Di atas itu, biasanya hanya untuk keperluan darurat.

Kesimpulan
Dambaan sebagian fotografer akan kamera yang berukuran relatif mungil namun mampu menghasilkan foto menawan semakin terjawab dengan Panasonic Lumix GX1. 

Penyertaan layar sentuhnya ternyata mampu memberikan alternatif penggunaan yang fungsional bagi penggunanya, bukan hanya sekedar pelengkap saja. Untuk kinerja, GX1 juga dapat menjadi andalan. Kualitas hasil foto juga sudah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan kamera MFT sebelumnya, berkat digunakannya sensor 16 MP yang baru. 

Panasonic juga berhasil meracik desain yang manis sekaligus ergonomis dan tangguh dengan GX1. Menggunakan GX1 untuk waktu yang lama terasa nyaman dan tidak melelahkan.

Singkat kata, dengan paduan antara hasil foto dan kinerja handal dengan desain ergonomis yang cantik, ditambah ketersediaan lensa Micro Four Thirds yang sudah cukup banyak (GX1 juga dapat menggunakan lensa MFT keluaran Olympus), Panasonic Lumix GX1 layak direkomendasikan bagi Anda yang ingin beralih dari kamera saku tapi tidak ingin dibebani bobot ekstra kamera DSLR. 

Lumix GX1 juga cukup ideal bagi para fotografer amatir yang menginginkan kamera keren dan berkualitas tinggi untuk keperluan sehari-hari.

Kelebihan:
+ Kualitas foto amat baik
+ Bodi tangguh dan ergonomis
+ Flash internal dapat diarahkan
+ Layar tajam dan terang
+ Kinerja cepat

Kekurangan:
- Fitur kreatif masih kurang
- Flash internal agak lemah
- Layar sentuh kadang kurang responsif


sumber: yahoo

Tas Laptop Sekaligus Charger

Membawa charger saat bepergian sepertinya menjadi kewajiban pemilik smartphone dan laptop. Tapi jika Anda menginginkan cara lain yang lebih praktis, Timbuk2 mungkin punya jalan keluarnya. 

Idenya adalah menambahkan sebuah charger portabel yang dapat mengisi daya baterai pada perangkat di perjalanan. T1 Power Supply besutan Joey ini tidak dijual secara umum di pasaran dan memiliki beberapa fitur unggulan.

Charger portabel tersebut dirancang dengan komponen yang lebih tahan banting dan dikemas dalam cangkang tahan air. Sayangnya mereka tidak mengatakan secara spesifik berapa besar kapasitas penyimpanannya, namun dikatakan, T1 Power Supply dapat mengisi baterai perangkat hingga penuh “sampai berkali-kali”. 



Lalu jenis gadget apa yang bisa diisi baterainya dengan tas ini? Menurut Timbuk2, semua produk teknologi yang dapat diisi baterainya menggunakan kabel USB, seperti iPad, iPod, MP3 player, GPS, smartphone dan ponsel, akan bisa menggunakan tas ini.

Untuk tasnya sendiri, Power Commute merupakan tas selempang yang dapat menyimpan laptop berukuran 15 inci. Tas ini dilengkapi sebuah tali pundak yang dapat dilepas serta ruang khusus untuk menyimpan gadget. Sedangkan Power Q merupakan tas ransel yang dilengkapi ruang khusus untuk menyimpan laptop dan sirkulasi udara di bagian belakangnya. 

Kedua tas tersebut akan dapat dipesan secara online di situs resmi Timbuk2 mulai bulan Oktober, sementara untuk membelinya di toko retail, kita harus menunggu sedikitnya bulan Februari 2013. Timbuk2 Power Commute dan Power Q yang tersedia dalam 3 warna, Black, Gunmetal dan Algae Green ini akan dijual seharga $ 199 (Rp 1,9 juta).

Kristian Tjahjono, kontributor situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.


sumber: yahoo

10 Gadget yang Bikin Anda Terlihat Tua


10 Gadget yang Bikin Anda Terlihat Tua

TEMPO.CO , Washington - Sebelum gadget macam BlackBerry, Android, iPod atau iPhone menjadi pilihan kebanyakan masyarakat, Nokia, Motorolla, Sega menjadi pilihan utama para gadget mania.
Sega dan Tamagotchi menjadi game pilihan sementara Motorolla serta Nokia sempat memperoleh predikat sebagai »handphone sejuta umat.” Apakah Anda termasuk generasi pengguna gadget jadul tersebut?
Berikut 10 gadget jadul yang membuat Anda tampak tua.
1. Sega Genessis
Apakah Anda termasuk generasi yang gemar bermain video games semacam Sega? Ada banyak games yang bisa dimainkan misalnya Sonic, Jurrasic Park atau Mario Bross. Sega Genessi ini diluncurkan pertama kalinya pada 1989 di Amerika Utara seharga 189,99 dolar. Sega dengan cepat menjadi popular di kalangan remaja maupun orang dewasa.
2. Super Nintendo (SNES)
Pada awal 1990-an, Sega mendapat saingan keras dari Super Nintendo. Nintendo menjadi pilihan alternatif yang tak kalah populer dari Sega. Pada era 1990-an, sebanyak 300.000 unit Nintendo terjual habis hanya dalam beberapa jam di Jepang. Saking larisnya Nintendo, pemerintah Jepang sampai memerintahkan pabrikan Nintento untuk menunda peluncuran game-game Nintendo pada akhir pekan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kesibukan warga Jepang.
3. Telepon genggam flip pertama keluaran Motorolla
Pada 1996, dunia heboh dengan telepon genggam flip pertama Motorolla dengan tipe StarTAC. Saat itu, setidaknya 60 juta unit telepon genggam ini berhasil terjual. Selain modelnya yang merupakan terobosan baru, telepon genggam flip pertama ini merupakan telepon pertama yang menggunakan fitur getar.
4. DVD dan laser disc
Pada tahun 1996, diluncurkan pula DVD dan laser disc pertama. Cara menonton film melalui piringan hitam ini muncul di Jepang pada November 1996 dan di Amerika Serikat pada Maret 1997. Keluarnya DVD merevolusi cara warga dunia menonton televisi.
5. Tamagotchi
Indonesia juga sempat dihebohkan dengan game sejenis Tamagotchi. Sebuah games simulasi di mana penggunanya seakan-akan memiliki binatang peliharaan. Gadget ini memungkinkan penggunanya untuk memberi makan, mengajak jalan-jalan, memandikan. Tamagotchi berhasil membangun imaginasi penggunanya layaknya memiliki binatang peliharaan sungguhan. Sampai 2010, setidaknya 76 juta unit Tamagotchi telah terjual di seluruh dunia.
6. Nokia 5110
Telepon genggam berjenis Nokia 5110 ini sempat disebut sebagai handphone sejuta umat di Indonesia. Nokia 5110 sempat menjadi sebuah trend di kalangan warga Jakarta khususnya. Selain bisa digunakan untuk telepon dan sms, Nokia 5110 memiliki tiga jenis permainan, memori, logika dan yang paling terkenal, Ular atau snake. Handphone ini juga memiliki beberapa aplikasi yang termasuk revolusioner saat itu seperti kalendar dan pengubah mata uang.
7. Nokia 3310
Setelah 5110 menjadi pilihan utama, Nokia mengembangkan ponsel lain, 3310. Ponsel ini juga sempat menjadi pilihan utama di Indonesia. Fasilitas yang terdapat di dalamnya merupakan pengembangan dari Nokia 5110 misalnya kalkulator, stop watch, pengingat. Jenis permainan yang ditawarkan antara lain Snake II, Pairs II, Space Impact dan Bantumi. Fasilitas sms yang disediakan pun lebih panjang yaitu 459 karakter.
8. Motorola RAZR
Ponsel ini menjadi pilihan utama dengan tampilannya yang futuristik. Telepon genggam flip ini hanya selebar setengan inch dan sangat enteng serta bisa di bawa kemana-mana. Telepon genggam ini juga memiliki beberapa warna yaitu merah dan biru.
9. iPod generasi pertama
iPod pertama yang memiliki memori 5 gigabita. iPod ini bisa menampung 1.000 lagu. Harga iPod pertama mencapai US$ 399 dan diluncurkan pada 2001.
10. Original Playstation
Game ini menjadi video game console pertama yang terjual 100 juta unit dalam waktu 9 tahun dan 6 bulan. Produk ini menjadi produk tersukses Sony dan menggantikan Nintendo serta Sega.
BUSSINES INSIDER | ANANDA W. TERESIA

sumber: tempo