This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Politic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Lagi, SBY Sindir Bupati-Walikota Dalam Berpolitik


Lagi, SBY Sindir Bupati-Walikota Dalam Berpolitik  

TEMPO.CO, Jakarta - Bukan satu-dua kali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal pemilu 2014. Tapi di hadapan sekitar 34 ribu anggota Gerakan Pemuda Ansor, SBY menyelipkan pesan untuk level bupati dan wali kota. Joko Widodo, Wali Kota Surakarta, juga turut mendampingi di puncak perayaan hari lahir GP Ansor itu.
»Saya mengajak, meminta seluruh pejabat pemerintahan termasuk menteri, bupati, dan wali kota, di samping menjalankan kegiatan politik, jangan meninggalkan tugas pemerintahan,» kata dia di Stadion Manahan, Surakarta, Senin malam kemarin.
Presiden mengingatkan setiap pejabat, hingga level bupati-wali kota, harus menjalankan sumpah jabatan, yaitu menomorsatukan tugas dan kewajiban untuk melayani rakyat. Pesan pun disampaikan bagi seluruh kader GP Ansor dan Nadhlatul Ulama, yaitu agar politik dan demokrasi dijalankan dengan bermartabat, santun dan penuh amanah.
"Jika dalam pemilu 2004 dan 2009 lalu kita bisa selenggarakan dengan baik, insya Allah pemilu 2014 akan demikian juga," kata dia.
Yudhoyono menyambung peningkatan suhu politik jelang pemilu sudah merupakan hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi. Yang penting, suhu politik jangan berlebih dan melebihi kepatutannya.
"Sebab jika politik amat tidak stabil dan masyarakat terpecah belah, ekonomi akan terganggu, keamanan dan ketertiban juga akan terganggu, akhirnya yang susah rakyat," kata dia.
Bagi para calon presiden dan calon wakil presiden, dia pun berpesan untuk terus aktif menciptakan keteduhan dalam berpolitik. »Mulailah berkomunikasi dengan rakyat apa visinya, rencananya, bagaimana mengatasi masalah kompleks yang kita hadapi bersama," kata dia.
ARYANI KRISTANTI

sumber: tempo 

Kamis, 14 Juni 2012

SBY Akan Usir Kader Demokrat yang Korup

TEMPO.CO , Jakarta:Walau tak menyebutkan nama, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengusir kader partainya yang terjerat kasus korupsi. Saat pidato sekitar 20 menit tadi malam, SBY menyatakan, jika tak ingin diusir, kader tersebut harus melaksanakan garis politik partai yang bersih.
”Garis politik ini akan tetap dijalankan Partai Demokrat ke depan. Jadi, yang tak sanggup lebih baik mundur dan keluar,” kata SBY dalam pembukaan acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu 13 Juni 2012.
Kader Demokrat yang paling sering disebut dalam pemberitaan kasus korupsi adalah Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Wakil Sekretaris Jenderal Angelina Patricia Pingkan Sondakh. Anas dicurigai terlibat kasus proyek Stadion Hambalang, dan Angie--sapaan Angelina--ditahan karena menjadi tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet Palembang. Kader bermasalah lainnya adalah Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Demokrat, yang divonis 4 tahun 10 bulan penjara dalam perkara suap Wisma Atlet.
SBY menegaskan, citra partainya anjlok di mata publik dalam setahun belakangan akibat ulah sejumlah kader yang mengkorupsi uang negara. Ini dibuktikan sejumlah survei. ”Harus akui dan jangan membantah.” Namun, kata SBY, kasus korupsi kader Demokrat jumlahnya masih di bawah kader tiga atau empat partai lain, tanpa menyebutkan nama partai. Dia membantah bahwa Demokrat menampung duit hasil korupsi proyek-proyek pemerintah.
Sebelumnya, Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Demokrat, Ventje Rumengkang, meminta SBY menjatuhkan sanksi kepada kader yang mencoreng citra partai. Forum Komunikasi, kata dia, didirikan karena keprihatinan melihat Demokrat terpuruk akibat ulah sebagian kadernya. "Ini karena terjadi krisis kepemimpinan dan mismanajemen,” kata dia.
Acara silaturahmi dihadiri sekitar 500 orang, terdiri atas para pendiri dan deklarator partai tingkat provinsi, jajaran Dewan Pembina, pengurus pusat, sampai pengurus Fraksi Demokrat di DPR. Anas Urbaningrum tidak tampak dalam acara ini. Baliho besar dalam ruang kegiatan dihiasi wajah SBY dan Ventje. Ventje memastikan Anas diundang.
Ketua Panitia, Sutan Bhatoegana, yang juga Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi, mengatakan beberapa hari lalu, di Medan, Anas menyanggupi untuk hadir. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Ramadhan Pohan tak mau mengomentari ketidakhadiran Anas.

sumber: yahoo

Prabowo Miliki Kriteria Tertentu Soal Cawapres


Denpasar (ANTARA) - Pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto memiliki kriteria tertentu soal calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pemilu Presiden 2014. 
"Kami dukung Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto maju menjadi kandidat Presiden 2014 mendatang. Namun hingga kini Pak Prabowo belum menentukan pendampingnya," kata Ketua Umum Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Petrus Sunyoto di Denpasar, Kamis (14/6) malam. 
Seusai menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus DPD Gardu Prabowo Bali, dia sempat mewacanakan pasangan capresnya adalah Jusuf Kalla. Namun Prabowo menolak. 
Menurut dia, hasil survei menunjukkan bahwa Prabowo-JK mendulang suara signifikan. Namun Petrus tak bersedia membeber tokoh-tokoh muda yang sedang dibidik untuk mendampingi Prabowo Subianto. 
"Prabowo mengaku tidak akan bisa menyelesaikan masalah bangsa ini kalau tidak dibantu oleh tokoh-tokoh muda," kata Petrus. 
Mengenai batasan usia bagi tokoh muda yang dibidik, Petrus juga belum bersedia mengungkapkannya. 
"Itu biar menjadi kewenangan Pak Prabowo. Soal siapa yang akan menjadi pendamping saat menjadi calon Presiden RI mendatang," ujarnya. 
Petrus lebih lanjut mengatakan, Gardu Prabowo akan membawa Prabowo Subianto maju menjadi kandidat Presiden pada Pemilu 2014. 
Gardu Prabowo, kata dia, dibentuk atas dasar memurnikan kembali gagasan Prabowo terhadap keindonesiaan yang diusung Partai Gerindra. 
"Gardu Prabowo ini digagas untuk memurnikan kembali pemikiran Prabowo tentang Indonesia yang pernah diemban Partai Gerindra. Sebelumnya ada rapat luar biasa di Jakarta, semua pengurus DPD dan DPC se-Indonesia dikumpulkan untuk mengembalikan anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) karena kondisi partai. AD/ART disusun kembali dan sekarang sudah selesai. Gardu Prabowo yang mengemban tugas itu sekarang," kata Petrus.(rr)

sumber:yahoo

Ruhut Sitompul : Anas Bukan Level SBY


TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan peringatan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk tidak melawan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, perlawanan terhadap SBY akan sia-sia. "Kalau Anas coba lawan Pak SBY, saya bilang nggak level itu," ujarnya kepada Tempo, Kamis 14 Juni.
Kemarin, SBY menyatakan akan menyingkirkan sejumlah kader Partai Demokrat yang bermasalah. Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, SBY mengaku gerah dengan elektabilitas partainya yang merosot tajam akibat sejumlah kadernya disebut terlibat kasus korupsi.
Meskipun tidak menyebutkan nama, SBY tampak sedang menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Wakil Sekjen Angelina Sondakh serta Menpora Andi Malarangeng yang disebut terlibat dalam kasus wisma atlet dan Hambalang. SBY juga meminta mereka mengundurkan diri ketimbang didepak dari Partai Demokrat.
Dalam pertemuan itu, Anas sendiri tak hadir. Demikian pula dengan sejumlah pejabat teras DPP Partai Demokrat yang disebut-sebut dekat dengan mantan anggota KPU itu.
Ruhut sendiri menilai ketidakhadiran Anas bukan sebagai bentuk pembangkangan. Namun, ia tetap memperingatkan Anas dan kawan-kawan untuk tidak melawan titah SBY. "Demokrat itu ya SBY, beliau ikon Demokrat. Bukan Anas. Apapun yang terjadi pasti Pak SBY akan ambil tindakan tegas kepada kader yang bermasalah itu," katanya.
Ia mengatakan hanya ingin melihat ketidakhadiran Anas sebagai hal yang positif. "Mungkin dia tidak hadir karena ada kesibukan yang lebih penting. Saya berfikir positif saja. Saya tak mau berfikir Anas tidak hadir karena menggalang kekuatan dan sebagainya. Kalau itu dilakukan sia-sia saja. Ibaratnya tinju SBY itu kelas berat, Anas itu kelas bulu," kata politikus yang juga dikenal dengan sebutan Poltak ini.

sumber : berita.yahoo